Guru penerima Tunjangan Profesi Pendidik

Guru penerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) di Surabaya harus kembali bersabar. Pasalnya,tunjangan yang diperuntukkan bagi guru SD/MI dan sebagian guru SMP yang lolos sertifikasi 2006 hingga 2009 hingga kini belum jelas kapan cair. Kekurangan pembayaran TPP ini cukup beragam. Mulai dua hingga tujuh bulan. Kabarnya, kekurangan itu akan terbayar pada Februari ini. Namun hingga sekarang dana tak kunjung turun. Bahkan, belum ada kabar dari pemerintah pusat mengenai kepastian pencairan tunjangan itu.

Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya Yusuf Masruh menuturkan, pihaknya hingga kini belum mendapat informasi kapan turunnya anggaran kekurangan TPP itu dari pemerintah pusat. Dirinya bulan lalu sempat mendapat kabar kalau anggaran itu akan dikucurkan Pebruari ini. “Tapi hingga sekarang belum ada kabar lagi. Kami harap, segera dana itu bias cair,” katanya. Di Surabaya, total anggaran yang turun dari pemerintah pusat sebesar Rp104.840.668.

Sementara guru penerima TPP lulusan sertifikasi 2006 hingga 2009 sebanyak 6.268 orang.TPP ini diterimakan melalui mekanisme pembayaran di Bank Jatim. Anggaran itu untuk pembayaran kekurangan tujuh bulan. Sedangkan guru penerima TPP yang mendapat kucuran lima bulan sebanyak 739 orang. Rinciannya, sebanyak 578 guru SD lulusan sertifikasi 2009 dan 161 guru SMP yang juga lulusan sertifikasi 2009. “Semua pembayaran baik yang kurang tujuh dan lima bulan menunggu dana dari pemerintah pusat,”ujarnya. Sementara itu, Staf Bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Krisna Herlambang mengungkapkan, pembayaran TPP dari pemerintah pusat yang dilakukan Desember 2010 lalu kurang Rp3 miliar. Sehingga, pembayaran tidak bisa dilakukan penuh dan menyeluruh.

Yang belum terbayarkan itu untuk guru tingkat dasar dan sebagian tingkat menengah. “ H i n g g a kini belum ada kepastian kapan anggaran kekurangan TPP itu bisa dicairkan dari pusat. Kami juga sudah mengirimkan permintaan anggaran untuk pembayaran kekurangan itu,” tuturnya. Kris menduga, perubahan struktur organisasi di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) merupakan penyebab terhambatnya pencairan anggaran kekurangan TPP. Anggaran TPP yang dikucurkan Desember 2010 lalu sebesar Rp179.033.462.110. Anggaran itu diperuntukkan bagi 18.465 guru melalui mekanisme pembayaran di bank Mandiri.

Dari jumlah itu, ada yang hanya untuk pembayaran empat bulan dan ada yang enam bulan.“Saya kira, perubahan organisasi dari Kementerian Pendidikan Nasional menyebabkan pergeseran pejabat dan staf yang terkait dengan kebijakan pemberian TPP. Oleh karena itu juga mempengaruhi cairnya TPP bagi para guru,”ungkapnya. Demikian Informasi Berita Harian tentang Guru penerima Tunjangan Profesi Pendidik.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel