koperasi abal-abal alias rentenir

Masyarakat,utamanya yang tinggal di perkotaan cenderung menganggap sama antara koperasi dengan koperasi abal-abal alias rentenir. Padahal tidak demikian.Ada koperasi yang dikelola dengan profesional hingga tumbuh pesat. Tidak sedikit koperasi yang bisa tumbuh besar tanpa ada campur tangan pemerintah, terutama soal pendanaan.

Ini karena koperasi tersebut dikelola dengan sunggung-sungguh. Kondisi ini yang membuat koperasi tersebut cenderung independen. Berbeda dengan koperasi kecil yang kerapkali dimanfaatkan, atau didekati oleh kepentingan politik jelang agenda politik berlangsung. Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) adalah salah satu contoh koperasi yang besar oleh peran anggotanya sendiri, dan juga diperuntukkan bagi anggota atau calon anggota.

Cabangnya ada di hampir seluruh wilayah Indonesia. Bahkan ada permintaan untuk membuka cabang di luar negeri seiring keberadaan WNI di negara tersebut. Di Surabaya, kantor cabang Kospin Jasa terdapat di Jalan Waspada, Jalan KH Mas Mansyur yang merupakan koperasi syariah, serta di Jalan Raya Darmo.Tiga kantor tersebut merupakan bagian dari 84 kantor cabang yang ada hingga awal 2011. ”Per akhir tahun 2010 kemarin jumlah anggota Kospin Jasa tercatat 7.000-an orang. Menariknya, Kospin Jasa juga disebut sebagai Koperasi Kesatuan Bangsa karena anggota maupun calon anggotanya majemuk. Ada warga pribumi,keturunan Tionghoa dan Arab,”terang Ketua Umum Kospin Jasa H A Zaky Arslan Djunaid.

Sebagai koperasi mandiri, Kospin Jasa antipati dengan sumber dana dari pihak luar, apalagi APBD. Sampai akhir 2010, dana Kospin Jasa tercatat Rp100 miliar dan tabungan simpan pinjam Rp1,5 miliar. ”Pada akhir 2010, aset Kospin Jasa mencapai Rp1,8 triliun. Dana pinjaman (kredit) yang dikucurkan hingga akhir 2010 mencpai Rp1,6 triliun. Aset di 2011 dipro-yeksikan naik menjadi Rp2,7 triliun, dan pinjaman yang dikucurkan mencapai Rp2,5 triliun,”papar Zaky. Untuk wilayah Jatim, penyaluran selama 2011 dipatok Rp500 miliar, dengan tetap menyasar sektor pengusaha dan pedagang. Plafon pinjaman antara Rp1 juta sampai Rp25 miliar, dan bahkan tak terbatas.

Karena sumber dana tidak beli dari bank, Kospin Jasa pun berani memberlakukan bunga yang kompetitif dengan bank, antara 0,9% sampai 1,1%.Tak kalah menariknya, Kospin Jasa didukung 25.000 jaringan ATM menyusul dijalinnya kerjasama antara Kospin Jasa dengan Bank Permata. Ini yang membuat Kospin Jasa terus ekspansi, menambah jumlah kantor cabang baru. Tahun ini ditargetkan di Nangroe Aceh Darussalam dan Makassar. Khusus untuk cabang koperasi syariah hingga akhir 2011 ditargetkan ada 25 unit, dan sekarang baru ada 14 cabang syariah. ”Memang ini menjadi tugas berat kami untuk memperkenalkan koperasi yang benar-benar koperasi,” kata HM Jafar Yasin, Pimpinan Kantor Kospin Jasa Cabang Surabaya saat ditemui di kantornya, Jalan Waspada Surabaya.

Aset awal Kospin Jasa saat masuk pertama kal di Surabaya pada 2004 lalu mencapai Rp3 miliar, dan per akhir 2010 naik signifikan menjadi Rp14 miliar. Simpanan yang ada Rp11,4 miliar, dan nilai pinjaman yang diberikan Rp14,2 miliar. Berupaya ”membumikan” keberadaannya di Surabaya,Kospin Jasa kini getol persentase di kelompok arisan atau pengajian,himpunan pedagang pasar (HPP) di sejumlah pasar tradisional, serta paguyuban sopir di masing-masing terminal. ”Ini sudah menjadi bagian program kerja 2011 ini,” sambung Jafar yang asli Pekalongan ini. Sosialisasi yang terus dilakukan yaitu dengan menghubungi calon anggota atau relasi bisnis untuk mengajak calon anggota baru.

”Singkatnya, pola sosialisasi mirip multi level marketing (MLM) yang didukung banyak downline,”papar Jafar. Pola personal selling dengan datang door to door juga dilakukan di daerah-daerah baru yang belum ada anggota maupun calon anggota. Dan pola yang ketiga adalah penggalian data lama serta menggandeng mitra yang lebih dulu tahu keberadaan serta peran Kospin Jasa. Demikian informasi Berita Harian tentang koperasi abal-abal alias rentenir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel