Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY

Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY memperpanjang masa tahanan tersangka kasus dugaan gratifikasi buku ajar, Sekda Bantul Gendut Sudarto, selama 40 hari. Masa tahanan yang pertama di Rumah Tahanan (Rutan) Wirogunan Yogyakarta selama 20 hari itu akan berakhir pada Senin (7/3). Perpanjangan penahanannya sampai 14 April mendatang terhitung dari batas akhir penahanan yang pertama.

Asisten Pidana Khusus Kejati DIY Pindo Kartikani mengatakan, penahanan Gendut diperpanjang karena tim penyidik masih membutuhkan waktu untuk menyelesaikan rencana dakwaan kepada yang bersangkutan. “Intinya, agar rencana dakwaan lebih teliti. Kita memutuskan memperpanjang masa tahanannya,” ujarnya kemarin.

Pindo berharap dengan perpanjangan masa tahanan selama 40 hari itu, tim penyidik bisa menyelesaikan rencana dakwaan. Pihaknya juga sudah memberitahukan secara tertulis kepada yang bersangkutan, keluarga, maupun Rutan Wirogunan.“ Surat pemberitahuan secara resmi sudah kita kirimkan,” ucapnya.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejati DIY Dadang Darussalam menambahkan, tim penyidik masih mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam kelengkapan pemberkasan. Beberapa di antaranya penyitaan dokumen-dokumen Gendut serta surat-surat penunjang yang dibutuhkan penyidik dari Pemkab Bantul. Untuk penyitaan, Kejati DIY membutuhkan surat izin dari Pengadilan Negeri Bantul.

“Untuk mengumpulkan data dan surat-surat penunjang penyidikan tidak cukup satu atau dua hari,”katanya. Kejati DIY juga tidak ingin berlama-lama dalam penanganan kasus gratifikasi senilai Rp500 juta tersebut. Jika pemberkasan rencana dakwaan sudah selesai di tingkat penyidikan, pihaknya secepatnya segera menyelesaikan di tingkat penuntutan agar kasus tersebut ini segera bisa disidangkan di pengadilan.

Di bagian lain, penasihat hukum Gendut,Achiel Suyanto, mempertanyakan alasan jaksa memperpanjang masa tahanan kliennya. Karena selama dalam tahanan,kliennya baru diperiksa satu kali. Jika pemeriksaan dilakukan jaksa dua hari sekali, masih bisa dimaklumi. Namun, hal itu merupakan kewenangan jaksa. “Kami masih akan berembuk dengan keluarga untuk penangguhan penahanan Pak Gendut,”ungkapnya.

Tersangka Gendut pertama kali diperiksa pada 16 Februari lalu oleh tim penyidik dan langsung ditahan di Rutan Wirogunan Yogyakarta. Sekda Bantul ini ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan kasus gratifikasi dalam rencana pengadaan buku ajar PT Balai Pustaka senilai Rp500 juta sekitar 2005 lalu. Saat itu, Pemkab Bantul berencana pengadaan buku ajar dengan penunjukan langsung tanpa lelang buku terbitan PT Balai Pustaka senilai Rp39 miliar. Diduga Kepala Pemasaran PT Balai Pustaka Jateng-DIY, Murad Irawan menyetorkan uang Rp500 juta untuk melancarkanproyekini. Uangtersebut masukke rekeningPemkabBantul nomor 35028890, pada 15 April 2005.

Kemudian, uang sejumlah Rp 200 juta dari dana itu ditranfer ke rekening nomor 30113043 atas nama Gendut Sudarto, yang beralamat di Jalan Gedung Kuning No. 26 RT 005/002 Yogyakarta. Tim penyidik menjerat Gendut dengan sejumlah pasal berlapis. Di antaranya membidik dengan Pasal 12 huruf B UU No 31/1999 jo UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Demikian catatan online Berita Harian tentang Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel