Mantan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar

Mantan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar di Tumpang, Kabupaten Malang Kusnadi Galih, 59, dijebloskan ke rumah tahanan negara (Rutan) Medaeng di Sidoarjo. Kusnadi yang berstatus tersangka diduga membuat proposal fiktif proyek pembangunan jembatan dalam program jaring aspirasi masyarakat (jasmas) DPRD Jatim Rp30 juta.

Ia ditahan oleh Kejaksaaan Negeri (Kejari) Kepanjen setelah berita acara pemeriksaan (BAP) dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya. ”Kita tahan dia di Rutan Medaeng dan BAP-nya akan kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor. Ini supaya memudahkan proses persidangan kita lakukan penahanan,”ujar Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kepanjen Ardito Muwardi.

Kusnadi sebenarnya telah mengembalikan uang negara Rp30 juta tersebut. Namun dia tetap diproses secara hukum karena pengembalian uang tidak bisa menghapus perbuatan pidananya.Kusnadi disidik setelah proyek jembatan Kali Lajeng, Desa Bokor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang dilaporkan ke polisi pada 2009.

Dia mendapatkan proyek jasmas ini atas rekomendasi dari anggota fraksi Golkar DPRD Jawa Timur saat itu, Lambertus L Wayong. Polisi menjerat Kusnadi dijerat dengan Pasal 3 jo Pasal 4 jo Pasal 8 UU No 20/2001 tentang pemberantasan tipikor.“ Pengembalian uang sifatnya hanya meringankan saja. Itu pun tergantung hakim nanti, dan tidak menghapus tindak pidananya,”ungkapnya. Tersangka dimasukkan ke mobil tahanan milik Kejari Kepanjen sekitar pukul 13.40 WIB kemarin.

Awalnya, penyidik Polres Malang memanggil tersangka ke Polres Malang pada pukul 09.00 WIB. Pada pukul 10.00 WIB dia dikawal personel Polres dan dilimpahkan ke Kejari. Kejari Kepanjen memiliki waktu 20 hari melakukan penahanan sampai BAP dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Surabaya sesuai KUHAP. Edi Sucipto, keluarga tersangka yang mendampingi berencana mengajukan penangguhan penahanan. Bahkan, pihaknya telah menyewa pengacara untuk melakukan pendampingan tersangka. ”Kita sangat menyayangkan ternyata uang semuanya telah dikembalikan, tapi tetap diproses. Kan tidak ada kerugian negara, wong uangnya dikembalikan,” katanya.

Sementara itu,menurut Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Malang, Achmad Andi pihaknya sangat prihatin terkait adanya kader Partai Golkar yang ditahan. Dia sebagai kader akan diberikan bantuan hukum bila ada permintaan resmi dari tersangka. ”Kita selama ini belum pernah dikomunikasikan oleh dia terkait masalah yang dialaminya. Saat ini dia tidak menjabat pengurus apapun di Partai Golkar. Terakhir dia menjabat sebagai Ketua PK Tumpang. Tapi, prinsipnya kami akan memberikan bantuan hukum,” ungkapnya. Demikian informasi Berita Harian kita tentang Mantan Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel