Sedikitnya 10 penerbangan ditunda

Sedikitnya 10 penerbangan ditunda dan tiga penerbangan yang menuju ke Bandara Internasional Juanda terpaksa dialihkan ke Pulau Bali, kemarin. Bandara Internasional Juanda terpaksa ditutup karena PT Angkasa Pura I (Persero) menambal aspal runway yang mengelupas akibat cuaca buruk. “Aspal yang mengelupas ada di dekat pertengahan runway, sehingga untuk memperbaikinya, bandara terpaksa ditutup,” tandas Manajer Humas PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Internasional Juanda, Firston Mansyur.

Menurut pria yang akrab disapa Sony ini,jika tidak dilakukan perbaikan, aspal runway yang terkelupas bisa membahayakan penerbangan. Awalnya, untuk memperbaiki aspal diperkirakan butuh waktu tiga jam, dan bandara akan dibuka sekitar pukul 14.55 WIB. Akibat perbaikan tersebut, ada sepuluh penerbangan yang ditunda, dan tiga pesawat dialihkan ke Bandara Ngurah Rai Bali. Beberapa penerbangan yang sempat ditunda antara lain, Garuda Indonesia, lima penerbangan Lion Air, Sriwijaya Air, Merpati Air, Citilink, dan Batavia Air. Pemberangkatan sepuluh penerbangan yang tertunda dilakukan hingga tadi malam. Sedangkan yang dialihkan ke Bandara Ngurah Rai Bali adalah dua penerbangan Air Asia dan satu penerbangan Lion Air.

Tiga penerbangan tersebut dari Jakarta tujuan Surabaya. Untuk perbaikan aspal dilakukan lebih cepat dari perkiraan awal. Pada pukul 13.45 WIB, Bandara Internasional Juanda sudah bisa dibuka kembali. Semua pesawat yang tertunda bisa diberangkatkan secara bergiliran.“ Semua pesawat yang tertunda itu sebenarnya ada di apron kami. Untuk pemberangkatan ada yang sampai dilakukan hingga malam hari,” tandas Sony. Dia menjelaskan, masalah aspal mengelupas adalah masalah kecil.Hal itu diakibatkan pengaruh cuaca buruk yang terjadi beberapa hari belakangan ini.Terpaan panas lantas diguyur hujan serta udara dingin ditambah gesekan roda pesawat mengakibatkan aspal terkelupas.“Kejadian ini sama dengan kejadian mengelupasnya aspal di jalan-jalan pada umumnya,”tandas Sony.

Masyarakat Tetap Dirugikan

Meski PT Angkasa Pura I (Persero) menilai perbaikan aspal masalah kecil, tidak demikian bagi Ketua Komisi D DPRD Jatim Bambang Suhartono. Dia meminta pelayanan kepada masyarakat, dalam hal ini penumpang, tetap menjadi prioritas utama. Bambang meminta segalabentukperbaikandiBandara Juanda sebisa mungkin tidak mengganggu jadwal penerbangan. “Kalau ini yang terjadi, berarti masyarakat juga dirugikan.

Padahal, tujuan masyarakat naik pesawat terbang salah satunya agar lebih cepat sampai tempat yang akan dituju. Jika ternyata di-delay kan mereka bisa molor dan tidak tepat waktu lagi,”kata Bambang saat dihubungi media massa, tadi malam. Kader PDIP ini menduga, kerusakan runway ini akibat terlalu banyaknya penerbangan dari dan ke Juanda. Dampaknya, runway yang semestinya baru diperbaiki 10 tahun mendatang, tapi belum 10 tahun sudah harus diperbaiki. Demikian catatan online Berita Harian tentang Sedikitnya 10 penerbangan ditunda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel