Kenaikan retribusi kebersihan

Kenaikan retribusi kebersihan dari Rp500 menjadi Rp12 ribu disoal masyarakat Surabaya. Warga menilai retribusi yang pungutannya bersamaan pembayaran rekening PDAM itu tanpa diawali sosialisasi. Celakanya, penetapan kenaikan tanpa melalui pembahasan Komisi B DPRD Surabaya lantaran menjadi keputusan sepihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Kelurahan (LKMK) Kelurahan Gebang Putih Kecamatan Sukolilo Syueb mengatakan, sedikitnya 5.575 warga di wilayah RW-III mengadu ke pihaknya.

Pasalnya, retribusi kebersihan naik signifikan, tanpa dibarengi sosialisasi dan tidak ada parameter baku yang menjadi dasar kenaikan. Secara pribadi, Syueb yang warga RW-III Kelurahan Gebang Putih merasakan sendiri kenaikan tersebut. Sebab, rumahnya berada di Jalan Asem Payung Gang Pertolongan yang lebarnya tak lebih dari 4,5 meter. Namun faktanya, besaran retribusi untuk semua rumah dipukul rata, dikenakan Rp12 ribu atau sama dengan rumah yang ada di tepian jalan protokol dengan lebar minimal 6,5 meter.

Saat hearing di Komisi B DPRD Surabaya, Syueb menunjukan bukti pembayaran rekening PDAM rumahnya untuk bulan Januari dan April 2011. Retribusi kebersihan pada rekening Januari tertera Rp500, sedangkan April tercantum Rp12 ribu. “Retribusi kebersihan naik Rp12 ribu per bulan itu untuk apa? Selama ini warga sudah dipungut retribusi kebersihan di kampung tiap bulan.

Kita berharap kenaikan retribusi dipertimbangkan kembali,” kata Syueb saat rapat dengar pendapat kemarin. Menurutnya, LKMK menyesalkan tidak dilibatkannya Komisi B dalam pembahasan kenaikan. Karena itu, LKMK kemarin sempat mengancam melaporkan DKP ke Polda Jatim terkait dugaan tindak pidana. LKMK menuding selisih kenaikan sebagai bagian pungutan liar (pungli) karena tanpa sosialisasi serta parameter baku. Sekretaris DKP Aditya Wasita merespon sorotan LKMK tersebut.

Menurutnya, pemungutan berikut kenaikan retribusi berdasar Perda 4/2000 tentang retribusi sampah. “Adalah tanggung jawab pemkot untuk memungut sampah dari TPS (tempat penampungan sementara) ke LPA (lahan pembuangan akhir).Sedangkan dari rumah-rumah (warga) ke TPS diangkut petugas dengan gledekan, dan ini yang dibayar dari partisipasi warga,”jelas Aditya.

Aditya menampik keras jika sosialisasi sama sekali tak dilakukan pihaknya. Karena itu, dia minta warga mengajukan keberatan, dan DKP bersama PDAM akan melakukan sosialisasi sekaligus survey ulang. Kenaikan retribusi kebersihan, kata Aditya,juga dilatarbelakangi kenaikan kelas dan lebar jalan. Biasanya lebar jalan berubah setelah di-paving. Jadi lebar jalan itu termasuk berem atau selokan.Pengukuran mulai pagar rumah.

Rumah di tepi jalan kurang dari 4,5 meter, retribusi kebersihannya Rp500, kalau di tepi jalan dengan lebar lebih dari 6,5 meter Rp12 ribu,”bebernya. Aditya menambahkan, pendapatan dinasnya dari retribusi kebersihan per April kemarin turun menjadi Rp1,5 miliar. Padahal, tiga bulan sebelumnya, Januari-Maret Rp2 miliar per bulan.“Penurunan karena banyak rumah yang turun status, dari yang semula Rp12 ribu menjadi Rp500 pasca survei ulang per Februari,” akunya.

Dan hasil survei resmi diberlakukan per April. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Surabaya Moch Machmud menuding DKP kurang kreatif dalam menggali pos-pos atau sumber pendapatan baru. “DKP mau enaknya sendiri, ambil jalan pintas menaikan retribusi kebersihan tanpa memperhatikan warga,” kata Machmud seusai hearing. Politisi Partai Demokrat ini menuding Aditya mengadaada terkait bertambahnya lebar jalan setelah di-paving.

“Yang namanya jalan itu ya sama, antara sebelum dan sesudah di-paving.Saya minta ini (kenaikan) dievaluasi ulang, disurvei lagi, perlu disosialisasikan. Ini sepertinya tak ada efek, tapi berdampak besar,” katanya mengingatkan. Anggota Komisi B Camila Habiba menambahkan, DKP wajib mengevaluasi kenaikan serta survei ulang.Terlebih lagi setelah ia mendengar DKP sempat menyalahkan pihak PDAM terkait dugaan kesalahan sistem penetapan besaran retribusi bersamaan pembayaran rekening PDAM. Demikian Berita Harian yang berjudul Kenaikan retribusi kebersihan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel