Peringatan detik-detik tri Suci Waisak

Peringatan detik-detik tri Suci Waisak 2555 BE di Vihara Ananda Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten berlangsung tertib dan aman sejak pukul 18.00 hingga 21.00 WIB. Sekretaris Vihara Ananda Rangkasbitung, Krisdiyanto, Selasa (17/5/2011) mengatakan, peringatan detik-detik Waisak untuk mengenang ajaran-ajaran Sang Buddha.

Dimana Sang Buddha sejak lahir ke dunia hingga meninggal tidak mengajarkan kekerasan, membunuh, mencuri juga berbuat zinah. Oleh sebab itu, ajaran Buddha tentu bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Ritual peringatan detik-detik Waisak diawali dengan bakti puja dengan bersyukur pada Tuhan di altar utama di dalam vihara. Selanjutnya bakti puja dilakukan di hadapan arca Sang Buddha yang terdapat di halaman vihara. "Semua jemaat umat Buddha sambil berdoa kepada Sang Buddha," katanya.

Menurut dia, peringatan detik-detik Waisak dihadiri sekitar 200 orang dari Kota Rangkasbitung, mereka tertib dan khusyu berdoa. Saat ini, diperkirakan pemeluk Buddha di Rangkasbitung mencapai 250 orang dan relatif kondusif juga harmonisasi dengan pemeluk agama lainnya.

Bahkan, setiap tiga bulan sekali selalu pertemuan dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Selama ini, kata dia, FKUB Kabupaten Lebak berjalan dengan baik sehingga terjalin saling hormat menghormatai sesama pemeluk agama. "Kami mencintai damai dan kasih sayang bagi umat manusia," katanya.

Peringatan detik-detik Waisak tidak mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian. "Pengamanan dari kepolisian hanya beberapa orang saja denngan memakai pakaian preman," katanya. Demikian catatan online Berita Harian yang berjudul Peringatan detik-detik tri Suci Waisak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel