Satu dari delapan korban perahu tenggelam

Satu dari delapan korban perahu tenggelam di Bengawan Solo, Senin (2/5), sudah ditemukan kemarin petang.Namun jasad yang diduga seorang pelajar itu belum diketahui identitasnya. Saya melihat jasad itu mengambang dari atas Jembatan Kaliketek di Desa Banjarsati, Kecamatan Trucuk,”kata Suyoto warga Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu, ditemui wartawan di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, tadi malam. Tim SAR yang sedang mencari dan berjaga-jaga di titik Jembatan Kaliketek, segera mengevakuasi korban berseragam pramuka.

”Korban berjenis kelamin perempuan dan berpakaian cokelat Pramuka,” kata Kepala Detasemen C Pelopor SAR Brimob Polda Jatim, Kompol Sugeng Suprayitno. Bersamaan dengan ditemukannya satu jenazah itu,sejumlah keluarga korban langsung mendatangi ruang jenazah RSUD Sosodoro Djatikoesomo Bojonegoro.Mereka berusaha memastikan identitas korban tersebut.

Wilayah Pencarian Diperluas

Sementara itu, pencarian korban kini difokuskan atau diperluas hingga pada radius 30-40 kilometer yaitu di daerah Kanor, Bojonegoro, hingga ke Babat,Lamongan. Tim SAR gabungan dari Brimob Polda Jatim, Basarnas, Kesbanglinmas Bojonegoro, tim SAR Tuban dan Kediri dikerahkan untuk mencari dan menolong korban. Sebanyak 125 personel tim SAR menggunakan sembilan perahu karet menyisir Sungai Bengawan Solo. Penyisiran dimulai dari lokasi kejadian di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu,hingga ke Babat,Lamongan.

”Upaya pencarian masih terus dilakukan. Namun, sam-pai petang belum juga ditemukan,”ujar Iptu Edi Suyono,Koordinator Lapangan (Korlap) Tim SAR Brimob Polda Jatim. Upaya pencarian korban di Bengawan Solo menemui banyak kendala. Arus sungai Bengawan Solo masih deras dan debit air sedang penuh-penuhnya. Selain itu, tim SAR juga belum bisa mencari korban dengan penyelaman karena air sungai masih keruh. Diperkirakan, setelah 30 jam lebih belum ditemukan, korban terseret arus sungai di sekitar daerah Kanor,Baureno, Bojonegoro hingga ke Babat, Lamongan.

”Setelah 24 jam, biasanya tubuh korban mengapung. Namun, sampai saat ini kami belum bisa menemukan,” ujar Edi Suyono. Kepala BPBD Bojonegoro, Kasiyanto, mengatakan, upaya pencarian korban akan terus dilakukan hingga ketemu. Selain mengandalkan pencarian dari tim SAR,pihaknya juga meminta bantuan pada warga di sepanjang Bengawan Solo untuk membantu pencarian.

”Kalau ada yang mene-mukan korban, segera melapor,”ujarnya. Upaya pencarian korban memang sulit. Kedalaman sungai sekitar 14 meter.Air Bengawan Solo juga meluber menggenangi areal persawahan mulaidaridaerah Kalitidu, Dander, Bojonegoro kota,Balen,hingga Baureno. Demikian Berita Harian yang berjudul Satu dari delapan korban perahu tenggelam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel