Sebanyak empat televisi (TV) lokal mengajukan izin siaran

Sebanyak empat televisi (TV) lokal mengajukan izin siaran kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel.Keempat siaran TV tersebut,yakni Cakrawala TV, Viva Sport,Arek TV,dan satu lainnya belum disebutkan namanya.


Ketua KPID Sulsel Rusdin Tompo mengungkapkan, empat perusahaan TV tersebut sedang dalam proses administrasi di KPID.Beberapa tahap harus dilewati sebelum mendapatkan izin siaran. Tahapan itu,antara lain verifikasi, evaluasi dengar pendapat (EDP), rekomendasi kelayakan, forum rapat bersama (FRB). Stasiun TV ini akan mengisi frekuensi yang masih tersisa di Kabupaten Takalar.

“Jatah frekuensi di Kabupaten Takalar ada enam. Satu sudah diisi TV lokal,yakni Sun TV. Di Kabupaten Gowa,Maros,dan Pangkep sudah terisi semua dan tidak ada lagi frekuensinya,” kata Rusdin Tompo dalam ekspose hasil monitoring KPID Sulsel,kemarin. Saat ini TV yang terdaftar resmi di KPID Sulsel, yakni 10 SSJ (sistem stasiun jaringan) atau TV nasional,6 TV lokal,dan 1 TV publik.

Enam TV lokal yang dimaksud adalah empat berdomisili di Makassar dan dua lainnya di daerah. Empat stasiun TV di Makassar, yakni Sun TV,Makassar TV,Celebes TV, serta Fajar TV. Sementara TVdidaerah,yakni Sidrap TV (KabupatenSidrap) dan Mitra TV (Parepare).“Perizinan akan diberikan sepanjang frekuensi tersedia dan tentu saja memenuhi persyaratan,”ujarnya.

Dia berharap lembaga penyiaran yang belum punya izin segera mengurus di KPID Sulsel sebelum diberikan tindakan pidana.Dia mengakui masih banyak pelanggaran legalitas berupa hak siar. Sejauh ini KPID Sulsel terus memberikan pembinaan kepada lembaga penyiaran,baik TV maupun radio.Jika masih membandel, KPID akan mengambil langkah hukum dengan melibatkan Polda Sulselbar.

Koordinator Bidang Perizinan KPID Sulsel Alem Febri Sony menambahkan, diperkirakan ada ratusan TV kabel di Sulsel yang beroperasi menggunakan ranah publik tanpa izin. Hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap UU No 32/2002 tentang Penyiaran. Sampai tahun ini, hanya 51 lembaga penyiaran berlangganan jasa penyiaran TV kabel yang mengajukan perizinan ke KPID Sulsel.

Siaran Tidak Sehat

Koordinator Bidang Monitoring KPID Sulsel Rahma Saiyed mengungkapkan, seluruh TV stasiun sistem jaringan (SSJ) atau TV nasional dan TV lokal tidak mengindahkan pedoman perilaku penyiaran dan standar program siaran (P3PS). Hasil monitoring KPID Sulsel dalam dua bulan terakhir ini, 10 TV nasional masih menayangkan siaran yang tidak sehat.

Mayoritas dugaan pelanggaran yang dilakukan lembaga penyiaran TV adalah pelecehan terhadap kaum perempuan dan kekerasan terhadap anak. Dia mencontohkan, beberapa iklan disiarkan TV nasional sebelum pukul 23.00 Wita yang mengumbar lekuk tubuh perempuan, misalnya pada iklan rokok dan alat kontrasepsi kondom.

Berdasarkan P3PS, iklan layanan seperti itu mestinya ditayangkan di atas pukul 23.00 Wita.“Beberapa iklan yang ditayangkan tidak sesuai konten produk dan tidak korelasi dengan perempuan. Contoh iklan rokok dan iklan kondom,”ujar dia. Selain TV nasional, KPID Sulsel juga menyoroti TV lokal di Makassar yang masih menayangkan adegan sadisme, terutama dalam program news atau pemberitaan.

“Bentrok dalam aksi demonstrasi sampai menayangkan adegan pemukulan dan berdarah-darah.Korban peledakan bom ditayangkan secara vulgar. Ini kan sadis dan tidak boleh ditayangkan,” paparnya. Dia mengimbau pemirsa televisi memilih siaran yang sehat, terutama untuk anak. Dia mengakui pendidikan nonton sehat oleh KPID Sulsel belum berjalan maksimal. Demikian Berita Harian yang berjudul Sebanyak empat televisi (TV) lokal mengajukan izin siaran.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel