Semua anak pasti ingin menggapai cita-cita lewat sekolah

Semua anak pasti ingin menggapai cita-cita lewat sekolah, tak terkecuali para pengamen cilik jalanan. Tentunya agar garis nasib kelak bisa berubah. Tak lagi sengsara mengukur jalanan kota demi sesuap nasi. Sayangnya kesempatan sekolah tak bisa dinikmati semua anak. Seorang anak pengamen reog berkostum Pujang Ganong juga punya cita-cita tinggi. Seperti yang tergambar dalam sebuah bingkai lukisan karya pelukis Surabaya Lutfi Zakato. Lukisan yang terpajang di Sanggar Padang Bulan ini memperlihatkan seorang anak mengenakan baju berbahan kaos bergaris merah putih serta celana tanggung hitam dengan rumbai warna merah dan kuning.

Di bagian wajah juga nampak sebuah topeng Pujang Ganong meski sosok anak ini nampak dari belakang. Sambil berdiri tegak ia terus menatap hamparan gedung- gedung bertingkat. Ia pun menggenggam erat buku kejar paket A miliknya beserta sebuah nasi bungkus sambil berharap kelak saat dewasa tak lagi mengamen di jalanan. Buku ini menjadi pertanda ia tengah mengikuti kejar paket A yang setara dengan Sekolah Dasar.

”Sedangkan sebungkus nasi ini sebagai pertanda satu-satunya pengisi kekuatannya untuk bekerja,” ucap Lutfi. Inilah persembahan Lutfi untuk peringatan Hari Pendidikan. Selain mengangkat akar budaya Jawa Timur, ia juga menyelipkan setitik pesan moral dari segi sosiologi masyarakat. ”Saya memang sedang fokus mengangkat kesenian Reog dalam setiap lukisan sambil menyelipkan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Lutfi. Total lukisan khusus bertema Reog yang ia toreh sudah ada sepuluh buah.

Ide ini Lutfi dapatkan tatkala seringkali melihat pengamen cilik berkostum Pujang Ganong berkeliling kota.”Kebanyakan dari mereka datang dari desa dengan kemampuan tradisional menari mencoba mengadu nasib dengan mengamen di kota besar bersama orang tuanya,” katanya. Sebenarnya, lanjut Lutfi, anak-anak ini ingin sekali sekolah. Hanya saja orang tuanya tak sampai berpikir kesana. Yang dipikirkan hanya mencari uang untuk makan hari ini saja.

”Sedangkan sekolah gratis dari pemerintah tak pernah benar-benar ada untuk mereka,” imbuhnya. Lukisan beraliran realis representatif ini dipoles diatas kanvas berukuran 130x150 cm dengan acrylic. Selain itu kumpulan lukisan Reog ini akan dipersembahkan sebagai wujud anak bangsa yang mempertahankan budaya. ”Biar tidak diambil dan diaku-aku sebagai budaya negeri orang,”tukasnya. Demikian catatan online Berita Harian yang berjudul Semua anak pasti ingin menggapai cita-cita lewat sekolah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel