Identitas pelaku pembakaran fasilitas dua gereja

Aparat kepolisian mengantongi identitas pelaku pembakaran fasilitas dua gereja di Desa Kertaraharjo, Kecamatan Tomoni Timur, Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lutim AKBP Andi Firman mengatakan, dari hasil penyelidikan, pelaku sudah teridentifikasi.“ Secepatnya pelaku kasus ini akan diungkap,” ujar Kapolres, kemarin. Hingga kemarin, polisi belum menetapkan tersangka kasus ini.Polisi telah memeriksa 11 warga sebagai saksi.

Kapolres mengatakan, dua saksi merupakan penjaga gereja yang pertama kali menemukan sisa pembakaran fasilitas gereja. Selain itu, turut menjadi saksi kepala desa setempat, pendeta GMII dan pastor Gereja Katolik Santo Paulus. Pembakaran Gereja Masehi Injili Indonesia (GMII) dan Gereja Katolik Santo Paulus di Tomoni Timur terjadi Rabu (1/6) dini hari, atau sehari sebelum umat Katolik memperingati Hari Kenaikan Isa Almasih.

Di Gereja GMII, pelaku membakar sejumlah fasilitas gereja,di antaranya mimbar dan satu kursi plastik. Tiga alat pengeras suara juga raib.Kejadian yang sama terjadi di Gereja Katolik Santo Paulus. Di tempat ibadah itu kain gorden di ruang utama gereja terbakar dan salib yang terbuat dari perunggu hilang.

Polisi menemukan sisa-sisa jerami dan kertas yang terbakar di sekitar fasilitas gereja yang terbakar. Situasi di Tomoni Timur,kemarin, tetap aman dan kondusif. Meski demikian, aparat kepolisian tetap disiagakan di desa itu, terutama menjaga dua rumah ibadah yang fasilitasnya terbakar.

Kemarin, Kapolres Lutim AKBP Andi Firman kembali mempertemukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan unsur muspida setempat untuk meredam agar kasus ini tidak merembet ke isu suku agama ras dan antargolongan (SARA). Menurut Kapolres,masyarakat Tomoni Timur tetap melaksanakan aktivitasnya seperti sediakaladantidakterpengaruh atas kejadian itu.

Kapolres mengakui pembakaran ini muaranya untuk memprovokasi umat beragama diLutimyangselama ini hidup rukun dan harmonis.“ Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh kasus ini,”ujar Kapolres. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKAUB) Lutim Ardias Bara berharap pelaku pembakaran itu bisa segera ditangkap.FKAUB dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lutim sepakat menyerahkan kasus ini ke aparat hukum.

“Kami atas nama pemeluk agama yang selama ini hidup rukun dan harmonis di Lutim, mengecam dan mengutuk pelaku,” ungkapnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Lutim Bahri Suli juga mengajak umat beragama di Bumi Batara Guru saling menjaga toleransi, tidak terpancing, dan ikut menjaga kamtibmas pascakejadian. “Mari kita tetap menjaga toleransi dan kehidupan antarumat beragama agar tetap harmonis. Masyarakat di Lutim selama ini hidup rukun tanpa ada sekat perbedaan,”tandas dia. Demikian informasi dari Berita Harian yang berjudul Identitas pelaku pembakaran fasilitas dua gereja.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel