Mobil milik Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi

Mobil milik Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Wajo Aiptu Muhram Tjokeng dibakar orang tak dikenal, sekitar pukul 03.45 Wita, kemarin. Diduga pembakaran mobil pribadi merek APV Luxury putih dengan nomor polisi DD 1176 QC tersebut berhubungan dengan pekerjaan Muhram sebagai penyidik kasus korupsi di Polres Wajo. Saat ini ada sejumlah kasus korupsi yang ditangani. “Saat itu saya terbangun dari tidur karena mencium bau hangus. Rupanya mobil yang terbakar,” ujar Muhram saat ditemui di Mapolres Wajo, kemarin.

Dia kemudian turun dari rumah panggung miliknya untuk mengecek dan melihat api yang membakar bagian depan mobil. Api yang sempat membesar juga ikut membakar teras rumahnya. “Bersama tetangga saya kemudian memadamkan api yang cukup besar dengan air sehingga hanya mobil dan teras rumah yang terbakar,” paparnya.

Bagian depan mobil hangus terbakar dan kaca depannya pecah. Warga sekitar menemukan sumbu kompor dan sebuah botol plastik bekas minuman ringan yang berbau minyak tanah. “Sumbu kompor tersebut sekitar tiga meter. Botol plastik itu sebagian sudah meleleh, tapi bau minyak tanah sangat jelas tercium. Semua warga yang ada juga menyaksikannya,” paparnya.

Ditanya mengenai hubungan pembakaran dengan sejumlah kasus korupsi yang ditanganinya, dia mengaku tidak mau berspekulasi lebih jauh. “Saya tidak bisa berkomentar soal itu. Saya anggap ini adalah musibah,”tandasnya. Kasat Reskrim Polres Wajo AKP Ilyas Dohang juga belum bisa berkomentar jauh terkait motif di balik pembakaran mobil bawahannya tersebut.

“Saat ini kami masih melakukan proses lidik.Yang jelas,dugaan sementara, mobil sengaja dibakar,”katanya. Polisi mengamankan barang bukti berupa sumbu kompor dan botol plastik untuk penyelidikan lebih lanjut. Salah seorang tetangga korban, Alam, mengatakan, saat kejadian, dia mendengar ada yang berteriak kebakaran.“Saat bangun, saya melihat tetangga sudah ramai di rumah Pak Muhram dan mobil sudah didorong keluar, sementara api masih menyala di mobil itu,” tuturnya.

Kepada SINDO,Alam mengungkapkan, di lingkungan rumahnya, Muhram dikenal sebagai sosok yang baik dan tidak pernah bermusuhan dengan tetangga. “Kemungkinan pembakaran ini berkaitan dengan pekerjaannya sebagai polisi,” ujar dia. Direktur Advokasi Lembaga Advokasi Penguatan Masyarakat Sipil (LAPMaS ) Sudirman mengatakan, bisa saja kasus itu berkaitan dengan pekerjaan Muhram yang banyak menangani kasus-kasus korupsi di daerah ini.

“Apabila melihat kasus yang lalu, kasus pelemparan rumah Ketua LSM Pemberdayaan Perempuan Mustika Tahir juga memiliki kesamaan, yakni sama-sama mengincar orangorang yang aktivitasnya mendorong penegakan hukum,” ungkapnya. Kondisi Wajo yang sebelumnya aman, kata dia, tiba-tiba terganggu setelah sejumlah kasus korupsi mencuat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel