Indeks harga saham gabungan

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia kembali melemah, setelah dua hari terakhir bertengger di zona positif. Sentimen negatif mancanegara, sepertinya turunnya Wall Street dan krisis Eropa disinyalir menjadi pemicunya.

IHSG turun 17,57 poin atau 0,48 persen di posisi 3.692,90 pada awal perdagangan hari ini, Rabu 26 Oktober 2011. Pada prapembukaan tadi, indeks juga melemah 17,34 poin atau 0,46 persen ke level 3.693,13.

Menurut analis PT Phillip Securities Indonesia, Armand Dharmasana, IHSG mendapat tekanan pada transaksi hari ini terdorong pelemahan cukup signifikan bursa Amerika Serikat semalam. "Investor juga kembali ragu akan adanya perbaikan krisis di Eropa," ujarnya dalam risetnya kepada media massa di Jakarta, Rabu.

Selain itu, dia menambahkan, pasar juga terlihat jenuh beli atau mulai mengalami ketidakstabilan pergerakkan akhir-akhir ini. "Bursa regional Asia pun terlihat berfluktuasi, di tengah ketidakpastian dari KTT Eropa," tutur Armand. Sementara itu, pasar Asia bergerak fluktuatif di saat IHSG mengawali perdagangannya.

Shanghai Composite menguat 17,86 poin atau 0,74 persen di posisi 2.427,53. Namun, indeks Hang Seng turun 73,09 poin atau 0,39 persen menjadi 18.895,11, Nikkei 225 melemah 56,49 poin atau 0,64 persen ke level 8.705,82, serta Straits Times terkoreksi di posisi 2.769,94 setelah turun 8,99 poin atau 0,33 persen.

Sedangkan Dow Jones melemah hingga 207 poin atau 1,74 persen ke level 11.706,62 pada perdagangan Selasa sore waktu New York atau Rabu dini hari WIB.

Nasdaq dan S&P 500 juga masing-masing turun. Nasdaq terkoreksi 61,02 poin atau 2,26 persen menjadi 2.638,42. Sedangkan indeks S&P 500 melemah 25,14 poin atau dua persen di posisi 1.229,05.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel