Black campaign

Black campaign atau kampanye hitam jelang Pemilihan Gubernur (pilgub) Sulsel 2013 mulai bermunculan melalui short message service(SMS), blackberry messenger (BBM), atau jejaring sosial lainnya. Salah satu isu yang digemboskan oleh oknum tak bertanggung jawab itu, yakni terkait pencalonan Jusuf Kalla (JK) sebagai presiden yang dikaitkan dengan dukungan ke kandidat calon gubernur di Sulsel.

Pesan singkat berisi propaganda itu beredar luas di kalangan masyarakat dan wartawan, kemarin. Isi pesannya menyebutkan, hanya satu kandidat yang mengusung JK dan kandidat lainnya hanya menzalimi lantaran tidak mendukung pencalonan JK di salah satu partai. Pesan itu bersumber dari nomor 081340031183.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Adi Suryadi Culla mengatakan, SMS yang juga diterimanya itu merupakan salah bentuk pengerdilan terhadap sosok JK. Sebagai tokoh nasional dan bapak bangsa, JK harusnya tidak dibingkai dalam satu golongan, apalagi untuk kepentingan politik. “Hal seperti itu justru mengerdilkan sosok JK di Sulsel. JK adalah tokoh nasional yang mestinya tidak diidentikkan atau diklaim oleh satu pihak saja. Apalagi jika digunakan untuk menyerang pihak lain,” paparnya.

Menurutnya, semua pihak memiliki hak untuk mendukung JK.Bahkan,semua partai bisa saja memberikan dukungan kepada mantan wakil presiden itu, sehingga tidak bisa diklaim atau digunakan untuk menyerang pihak tertentu. “Sebagai tokoh bangsa, semua punya hak mencalonkan JK. Peran JK yang mendamaikan konflik di Aceh, Ambon, dan Poso, adalah bukti sosok JK ini milik semua rakyat Indonesia,” imbuhnya.

Dosen Sospol Unhas ini menilai, kampanye negatif seperti itu merupakan pendidikan politik yang buruk bagi masyarakat. Sebab, cara seperti itu justru akan menjadi bumerang bagi calon yang menggemboskannya. Selain di ponselnya, ungkap Adi, pesan singkat itu juga beredar di kalangan mahasiswa, dosen, dan civitas akademika Unhas. “Saya juga menerima pesan itu sejak subuh. Begitu juga pengakuan teman-teman dosen yang lain,”katanya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel