Asosiasi Pengusaha Indonesia

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel mengimbau kepada seluruh pengusaha yang ada di daerah ini agar mengantisipasi krisis yang melanda Eropa. Sebab dampaknya bisa sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Sulsel jika tidak melakukan inovasi usaha.

Ketua Apindo Sulsel La Tunreng mengatakan, Apindo Sulsel hingga kini terus melakukan penguatan basis bisnis dari terpaan krisis Eropa. Ironisnya, kata dia, banyaknya peraturan baru yang diterapkan pemerintah malah memberatkan para pengusaha

“Jika tidak memperkuat basis bisnis saat ini, dampak ekonomi terpuruk bisa dirasakan di Sulsel. Itu terlihat dari krisis yang terjadi di Eropa. Ada sejumlah bidang usaha di Sulsel malah lesu atau bahkan terancam gulung tikar terutama yang melakukan aktivitas ekspor-impor,”ujar La Tunreng yang ditemui di Wisma Kalla, kemarin.

Selain krisis yang terjadi di Eropa, aturan pemerintah soal ekspor biji nikel mentah per Mei tahun ini yang resmi dihentikan, menurut La Tunreng juga mengancam industri tambang. Mereka akan gulung tikar karena tidak siap dalam hal pendanaan pengembangan usaha. Hal tersebut membuat resah pengusaha tambang, khususnya yang memiliki banyak peralatan berat yang pembiayaanya masih berjalan di bank, namun tidak lagi melakukan produksi.

“Ini tidak bisa dipungkiri karena memang sedang banyak pengusaha tambang berhenti berproduksi,” kata dia. Oleh karena itu dia berharap, hasil rapat koordinasi yang menghimpun banyak masukan dari anggota Apindo terkait persoalan ekonomi yang dihadapi tersebut bisa dicarikan jalan keluar terbaiknya. Khususnya pemerintah provinsi yang bisa membantu memberikan regulasi atau jalan keluar.

“Khusus untuk pertambangan misalnya, pemerintah sudah harus memikirkan nasib para petambang, terutama tenaga kerja yang ada didalamnya. Aturan yang menghentikan produksi nikel sementara waktu itu harus dicarikan jalan keluar agar tidak tertahan begitu saja,”kata dia.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel