Ajang PON XVII Riau

Sulawesi Selatan (Sulsel) akan menurunkan lima atletnya di cabang olahraga (cabor) senam pada ajang PON XVII,Riau nanti.Meski begitu,tidak semua dibebani target medali, mengingat sebagian besar adalah wajah baru yang minim pengalaman. Kelima atlet senam Sulsel yang siap turun di PON nanti adalah Rifca Saputera di nomor artistik meja lompat, Audi Ashari Arif (artistik all round dan lantai),Ulfa Apriani (ritmik pita dan gada), Nur Ilmi (ritmik bola),dan Sahira (artistik beam). Dari kelima atlet tersebut, hanya dua yang diprediksi mampu memberikan kontribusi maksimal. Mereka adalah Rifca Saputra dan Audi Ashari. Rifca adalah peraih medali emas pada PON XVII Kalimantan Timur (Kaltim) 2008.

Sementara Audi Ashari adalah penyumbang perunggu di PON Kaltim. “Menilik pengalaman mereka, tentu saja kami berharap banyak kepada dua pesenam kami itu. Mudah-mudahan mereka bisa mengulang prestasi yang sama seperti yang pernah dilakukan pada 2008,”ujar Pelatih senam Sulsel Muhammad Arif Ramli, kemarin. Menurut Arif Ramli, baik Rifca maupun Audi sepertinya memahami kalau mereka saat ini menjadi tulang punggung Sulsel untuk menyumbang medali.

Tak salah,jika keduanya melakukan persiapan sangat serius menjelang PON nanti.“Dari pantauan saya selama melakoni latihan di Jakarta, kedua atlet tersebut sangat fokus mempersiapkan diri,”tutur Arif. Pada cabor senam, Sulsel memang sangat berharap kepada dua atlet tersebut dalam urusan mencari medali. Sebab, hanya Rifca dan Audi-lah atlet senam yang punya pengalaman dan jam terbang tinggi.

Tiga atlet lain yang turun di cabor senam bisa dikatakan adalah ”muka baru”. ”Ya, kami menyadari bahwa beban berat ada di pundak Rifca dan Audi.Sebab, merekalah yang paling berpotensi dan punya pengalaman.Tiga atlet lain masih sangat hijau dan belum bisa dibebani target tinggi,”tutur Arif. Menurut Arif Ramli,ada hambatan psikologis yang biasanya dialami atlet baru saat mengikuti sebuah event besar.

Itu yang membuat pihaknya tak terlalu memberikan beban berlebih untuk ketiga atlet senam lain. “Sebab,mereka adalah atlet wajah baru. Ini adalah PON pertama mereka.Rata-rata atlet baru belum terlalu kuat menghadapi tekanan dari penonton, termasuk faktor lain saat bertanding.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel