Sejumlah warga Bantimurung menuntut lahannya

Sejumlah warga Bantimurung menuntut lahannya dikeluarkan dari Taman Nasional Bantimurung. Mereka menuntut pengelola mengembalikan hak kepemilikan tanah warga seluas 1 hektare yang dimasukkan dalam kawasan hutan pada 1983.

Saat ini lahan itu dikelola Taman Nasional di dalam kawasan wisata alam Bantimurung, Desa Samanggi, Kecamatan Simbang. Ahli waris tanah itu,Mursalim, ketika dipertemukan dengan pihak pengelola Taman Nasional Bantimurung oleh Komisi I DPRD Maros Bidang Pemerintahan, mengatakan bahwa pengelola taman nasional diminta mengembalikan lahannya.

Dia pun mengklaim memiliki dokumen kepemilikan sah atas lahan itu. “Kami menguasai lahan itu sejak 1941 dan sampai saat ini setiap tahun pun membayar surat pemberitahuan pajak terutang. Karena itu, kami meminta ada solusi yang dapat diberikan ,”ucapnya, kemarin.

Menanggapi hal itu,Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional Bantimurung Bulu Saraung Dedi Asriadi mengatakan,solusi yang dapat diberikan atas kepemilikan lahan yang sudah masuk dalam kawasan hutan lindung,hanya berupa pemberian izin pemanfaatan lahan khusus kepentingan pengembangan objek wisata. Saya kira solusi ini tidak memberatkan pemilik lahan karena tetap dapat mengolah lahannya sendiri,”ujarnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel