Penyakit Ganas Sebelum Virus Corona

Pandemi merupakan sebutan yang digunakan ketika sebuah penyakit sudah menyebar pada sejumlah bagian di dunia. Hal ini seperti terjadi pada infeksi virus corona atau COVID-19 yang sudah menyebar pada berbagai negara di seluruh dunia.

Dalam sejarah, tercatat pernah terjadi beberapa kali persebaran penyakit yang pada akhirnya menjadi pandemi. Semakin maju peradaban kita, semakin kerap terjadinya pandemi ini.

Pergerakan manusia yang semakin banyak pada saat ini menyebabkan penyakit lebih mudah menyebar dari satu titik ke titik lainnya. Hal ini terutama ketika jumlah penderitanya sudah cukup banyak seperti pada COVID-19 ini.

"Sebelumnya virus menyebar dalam kecepatan kapal uap, kini mereka menyebar dalam kecepatan jet. Dengan kata lain, saat ini kita lebih berisiko," terang pakar penyakit infeksi, Amesh A. Adalja, MD, dilansir dari Health.

Selain itu kota-kota yang ditinggali manusia pada saat ini juga semakin padat dibanding sebelumnya. Hal ini bisa menjadi penyebab penyebaran pandemi yang lebih cepat dan luas.

Untungnya, sistem kesehatan dan teknologi saat ini juga sudah semakin maju. Walau begitu, ketika terjadi penanganan yang salah, maka sebuah penyakit bisa menjadi pandemi sepeti COVID-19 ini.

"Kita memiliki antivirus, vaksin, serta perusahaan farmasi yang bisa mengembangkan penanganan untuk penyakit yang baru muncul ini," terang Dr. Adalja.

Terdapat enam pandemi paling parah yang terjad di dunia. Sayangnya, lima kasus ini justru terjadi pada seabad terakhir karena perpindahan manusia yang tinggi. Dilansir dari Health, berikut sejumlah pandemi paling parah yang pernah terjadi di dunia.

Wabah Besar London

Wabah pes beberapa kali terjadi sepanjang sejarah manusia dan pertama kali muncul dalam tingkat pandemi pada abad 14. Pada saat itu, wabah ini dikenal sebagai maut hitam atau Black Death.

Namun yang parah adalah kemunculan keduanya di London pada tahun 1665 dan membunuh 20 persen populasi kota tersebut. Wabah ini juga sebelumnya telah menyebar ke berbagai kota lain di Eropa seperti Amsterdam.

Wabah pes ini tetap terjadi di berbagai belahan dunia hingga beberapa abad mendatang bahkan menjadi wabah mematikan di Hindia Belanda pada awal abad ke-20. Istilah wabah hitam muncul pada penyakit ini karena bisa menyebabkan jari-jari tangan dan kaki jadi menghitam dan serupa mati.

Flu Spanyol

Flu Spanyol merupakan pandemi influenza yang menyebar ke seluruh dunia pada tahun 1918 hingga 1919. Diperkirakan 500 juta orang terinfeksi oleh penyakit ini dengan total kematian sebesar 50 juta di seluruh dunia.

Walau bernama Flu Spanyol, penyakit ini ternyata pertama kali menyebar dari Kansas, Amerika Serikat. Hanya saja Spanyol menjadi negara pertama yang berani mengumumkan bahwa penduduk mereka mengalami penyakit ini.

Dampak dari penyakit ini berupa kerusakan paru-paru yang parah dalam waktu relatif cepat. Korban virus ini mengalami paru-paru yang terisi air dengan kasus preumonia yang parah.

Flu Asia

Pandemik flu lain yang terjadi adalah flu Asia yang muncul dari wilayah tersebut pada 1957. Penyakit ini pertama kali dideteksi muncul di Singapura pada Februari 1957 dan menyebar ke Hong Kong serta kemudian seluruh dunia.

Penyakit ini juga menyebar hingga ke Amerika Serikat pada musim panas 1957. Diperkirakan terdapat 1,1 juta kematian akibat penyakit ini di seluruh dunia.

Flu Babi

Flu babi atau pandemi flu tahun 2009 disebabkan karena novel influenza virus, H1N1. Virus ini pertama kali dideteksi di Amerika Serikat dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Diperkirakan bahwa pandemi ini menyebabkan 575.400 kematian di seluruh dunia. Flu ini secara umum menyerang anak-anak dan orang usia paruh baya.

Pandemi Flu 1968 (Flu Hong Kong)

Pandemi flu tahun 1968 atau dikenal sebagai flu Hong Kong berawal pada Juli 1968. Penyakit ini disebabkan karena virus flu H3N2 dan merupakan pandemi flu ketiga pada abad ke-20.

Pandemi ini menewaskan sekitar satu juta orang di seluruh dunia. Sejak munculnya pandemi ini, mulai muncul perhatian untuk melakukan vaksin influenza setahun sekali agar masalah yang sama tak terulang.

HIV/AIDS

HIV/AIDS merupakan penyakit yang menjadi ketakutan bagi banyak orang hingga saat ini. Pasalnya, masih belum ada obat yang ditemukan bisa mengatasi penyakit ini.

Penyakit ini mulai muncul pada awal 1980an dan disebut berasal dari virus simpanse di Afrika. Diperkirakan terdapat 65 juta orang yang terinfeksi penyakit ini dengan total kematian 25 juta jiwa.

Hingga saat ini, penyakit ini masih bisa ditularkan kepada orang lain. Penularannya bisa terjadi melalu darah atau hubungan seksual.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel